ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATU PENYAKIT MENULAR DAN PENULARANNYA A. Polio Lanjutan Lanjutan

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATU PENYAKIT MENULAR DAN PENULARANNYA A. Polio	 Lanjutan Lanjutan www.phwiki.com

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATU PENYAKIT MENULAR DAN PENULARANNYA A. Polio Lanjutan Lanjutan

Rando, Caterina, Contributor has reference to this Academic Journal, PHwiki organized this Journal ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATU NEXT PENYAKIT MENULAR DAN PENULARANNYA OLEH : Kelompok 4 Abdurahman Bangga Abdul Razak Tomayahu Rahmat Doe Irawaty j. Ismail Meilani Kasim Miranti Kuku Sri Wahyuning Hasan A. Polio 1. Mengenal Penyakit Polio Poliomyelitis yang lebih dikenal dengan Polio merupakan penyakit yang sangat menular diakibatkan oleh virus polio. Penyakit ini menyerang sistem syaraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian dalam hitungan beberapa jam. 2. Cara Penularan Penyakit Polio Virus polio ditularkan infeksi droplet dari oral-faring (mulut dan tenggorokan) atau tinja penderita infeksi. Penularan terjadi langsung dari manusia ke manusia melalui fekal-oral (dari tinja ke mulut) atau yang agak jarang melalui oral-oral (dari mulut ke mulut).

Avera McKennan Hospital School of Radiologic Technology SD www.phwiki.com

This Particular University is Related to this Particular Journal

Lanjutan 3. Gejala-gejala Polio Gejala-gejal Polio antara lain: a. Demam b. Rasa lelah c. Sakit kepala d. Muntah-muntah e. Rasa kaku pada leher f. Rasa sakit pada kaki atau tangan Lanjutan 4. Pencegahan Penyakit Polio Polio memang tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah dengan imunisasi. Terdapat suatu vaksin yang aman dan efektif yaitu Oral Polio Vaksin (OPV). OPV adalah pelindung yang sangat tepat terhadap polio bagi anak-anak. Diberikan berulang kali, dan dapat melindungi seorang anak seumur hidupnya. Imunisasi polio yang harus diberikan sesuai rekomendasi WHO adalah sejak lahir sebanyak 4 kali dengan interval 6-8 minggu. Kemudian, diulang usia 1,5 tahun dan 15 tahun. Upaya ketiga adalah survailance accute flaccid paralysis atau penemuan penderita yang dicurigai lumpuh layu di bawah umur 15 tahun. Mereka harus diperiksa tinjanya untuk memastikan karena polio atau bukan. Tindakan lain adalah melakukan mopping-up. Yakni, pemberian vaksinasi massal di daerah yang ditemukan penderita polio terhadap anak usia di bawah lima tahun tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya. CAMPAK 1. Mengenal Penyakit Campak Penyakit campak adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang dit in addition to ai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtivita) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus. 2. Cara Penularan Penyakit Campak Penyakit campak disebabkan oleh paramyxovirus. Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut, maupun tenggorokan penderita. Penderita bisa menularkan penyakit dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada. Masa inkubasi 10-14 hari sebelum gejala muncul.

Lanjutan 3. Gejala-gejala Campak Gejala campak mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa: -panas badan; -nyeri tenggorokan; -hidung meler; -mata merah. Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal mncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Lanjutan 4. Pencegahan Penyakit Campak Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Jika hanya meng in addition to ung campak, vaksin diberikan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR (mumps, measles, rubella), dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun. DEMAM BERDARAH 1. Mengenal Penyakit Demam Berdarah Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Demam berdarah dengue, istilah kedokterannya Dengue Hemorrhagik Fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue tipe 1-4, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina (dominan) dan beberapa spesis Aedes lainnya.

Lanjutan 2. Cara Penularan Penyakit Demam Berdarah Penyakit DBD hanya dapat ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti betina. Nyamuk ini mendapat virus dengue sewaktu menggigit/menghisap darah orang: Yang sakit DBD Yang tidak sakit DBD tetapi didalam darahnya terdapat virus dengue (karena orang ini memiliki kekebalan terhadap virus dengue). Orang yang meng in addition to ung virus dengue tetapi tidak sakit, dapat pergi kemana-mana dan menularkan virus itu kepada orang lain di tempat yang ada nyamuk Aedes Aegypti. Lanjutan Virus dengue yang terhisap akan berkembangbiak dan menyebar keseluruh tubuh nyamuk termasuk kelenjar liurnya. Bila nyamuk tersebut menggigit/ menghisap darah orang lain, virus itu akan dipindahkan bersama air liur nyamuk. Bila orang yang ditulari itu tidak memiliki kekebalan (umumnya anak), maka ia akan segera menderita DBD. Nyamuk Aedes Aegypti yang sudah meng in addition to ung virus dengue, seumur hidupnya akan dapat menularkan kepada orang lain. Dalam darah manusia, virus dengue akan mati dengan sendirinya dalam waktu lebih kurang 1 minggu. T in addition to a-t in addition to a penyakit Demam Berdarah Dengue. Lanjutan 3. Gejala-gejala Penyakit DBD Segera mendadak panas tinggi selama 2-7 hari, tampak lemah dan lesu. Suhu badan antara 38 derajat Celcius sampai 40 derajat celcius. Tampak bintik-bintik merah pada kulit, seperti bekas gigitan nyamuk disebabkan pecahnya pembuluh darah kapiler di kulit. Kadang-kadang terjadi pendarahan di hidung (mimisan). Akan terjadi muntah darah/berak darah. Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi pendarahan di lambung. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kakinya dingin berkeringat, bila tidak ditolong di rumah sakit dalam 2-3 hari penderita dapat meninggal dunia.

Lanjutan 4. Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Demam Berdarah Pencegahan dapat dilakukan dengan: a) Menghindari gigitan nyamuk terutama pada waktu siang hari. b) Gunakan cairan/krim anti nyamuk (mosquito repellant). c) Melakukan 3M. d) Pencegahan secara massal dilingkungan setempat dengan bekerja sama dengan RT/RW serta puskesmas setempat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), fogging, atau memutuskan mata rantai pembiakan Aedes Aegypti dengan abatisasi. Lanjutan . Pengobatan terhadap penyakit DBD terutama ditujukan untuk mengatasi pendarahan, mencegah/mengatasi keadaan syok/presyok dengan mengusahakan agar penderita banyak minum, bila diperlukan pemberian cairan infus. Demam diusahakan diturunkan dengan kompres dingin atau antipiretika. TERIMA KASIH WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATU

Rando, Caterina Bay Area Business Woman Contributor www.phwiki.com

Rando, Caterina Contributor

Rando, Caterina is from United States and they belong to Bay Area Business Woman and they are from  Sonoma, United States got related to this Particular Journal. and Rando, Caterina deal with the subjects like Business; Regional Business News; Women’s Issues

Journal Ratings by Avera McKennan Hospital School of Radiologic Technology

This Particular Journal got reviewed and rated by Avera McKennan Hospital School of Radiologic Technology and short form of this particular Institution is SD and gave this Journal an Excellent Rating.